11.10.2011

Siswa Maarif memperoleh Medali pada Olimpiade Fisika Asia

Minggu, 4 Mei 2008

Siswa Maarif ( SMA Wahid Hasyim 2 Yayasan Pendidikan Maarif) Sidoarjo Jawa Timur memperoleh Medali Perunggu pada Olimpiade Fisika Asia yang diselenggarakan di Mongolia.

MK Kabulkan Sebagian Gugatan UU Sisdiknas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan Undang-undang (UU) Nomor 20 tahun 2003 Pasal 55 Ayat 4 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Ketua MK Mahfud MD saat membacakan putusan menyebut kata ‘dapat’, yang digugat pemohon, bertentangan dengan UUD 1945.

Mahfud menilai, sebagian permohonan pemohon berdasar di mata hukum. “Mengabulkan permohonan para pemohon untuk sebagian,” kata Mahfud di gedung MK, Kamis (29/9). Dari sembilan hakim konstitusi yang mengikuti persidangan, Harjono melakukan dissenting opinion (berbeda pendapat).

Uji materi UU Sisdiknas diajukan oleh Yayasan Salafiyah Pekalongan melalui Machmud Masjkur dan Yayasan Santa Maria Pekalongan lewat pemohon Suster Maria Bernardine.

Dalam pokok permohonannya, pemohon menyatakan pasal 55 Ayat (4) UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, yakni lembaga pendidikan berbasis masyarakat dapat memperoleh bantuan teknis, subsidi dana, dan sumber daya lain secara adil dan merata dari pemerintah dan/atau pemerintah daerah.

Pemohon mendalilkan bahwa frasa ‘dapat’ dalam Pasal 55 Ayat (4) UU Sisdikinas tersebut telah menghilangkan atau setidak-tidaknya berpotensi menghilangkan kewajiban pemerintah yang sekaligus menjadi hak pemohon dalam pembiayaan penyelenggaraan pendidikan dasar.

Selain itu, frase ‘dapat’ dalam Pasal 55 Ayat (4) UU Sisdiknas itu menghilangkan atau setidak-tidaknya berpotensi menghilangkan hak konstitusional untuk mendapatkan perlakuan yang sama di hadapan hukum.
SUmber: http://www.http://www.maarif-nu.or.id, Kamis, 20 Oktober 2011

10.21.2011

Kemdikbud Lekatkan Nilai-Nilai Budaya

Sumber: http://kemdiknas.go.id/kemdiknas/berita/95
Tanggal: 10/19/2011

Kemdikbud ingin menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap nilai-nilai budaya. Kemdikbud akan berusaha menggali warisan budaya yang belum ditemukan.

Jakarta-Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) resmi berubah nama menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik kabinet hasil perombakan, Rabu (19/10) pagi, di Istana Negara, Jakarta.
Sesuai Keppres No.59/P/Tahun 2011, Mendiknas Mohammad Nuh resmi berganti jabatan menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Kepemimpinannya di Kemdikbud dibantu dua wakil menteri, yaitu Musliar Kasim untuk bidang pendidikan Wiendu Nuryanti untuk bidang kebudayaan.
Menteri Nuh mengatakan, ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Yang pertama adalah ingin nilai-nilai budaya melekat dalam proses pendidikan kita,” ujarnya ketika menggelar jumpa pers di Gedung A Kemdikbud, Rabu siang, (19/10).
Kedua, Kemdikbud ingin menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap nilai-nilai budaya. Ia memberi contoh apresiasi anak-anak terhadap museum. Menurutnya, kehadiran museum belum bisa menjadi daya tarik bagi anak-anak untuk mempelajari sejarah atau nilai budaya. “Museum belum bisa memunculkan nilai atraktif”.
Tujuan yang terakhir, Kemdikbud akan berusaha menggali warisan budaya yang belum ditemukan. Saat ini, warisan budaya Indonesia yang telah diangkat menjadi warisan budaya dunia antara lain batik, wayang, keris dan angklung. Untuk ke depannya, diharapkan akan bertambah warisan budaya Indonesia yang dikenal masyarakat dunia.
Adapun Musliar Kasim mengatakan, penyatuan visi pendidikan dan kebudayaan ke dalam satu kementerian harus bisa saling mengisi. “Anak didik harus punya kecerdasan yang baik, tapi juga memiliki karakter budaya Indonesia,” tuturnya.
Sedangkan Windu, yang juga Guru Besar UGM mengatakan, akan memprioritaskan terselesaikannya cetak biru pembangunan nasional kebudayaan. “Tujuan cetak biru itu untuk jadi panduan, berisi kebijakan-kebijakan ke depan, 15 atau 20 tahun ke depan.” Dalam cetak biru tersebut akan dijabarkan strategi dan program-program untuk pembangunan nasional kebudayaan. (Lian)

Download : Bahan Pelatihan Kurikulum Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

8.27.2011

Hari Efektif Pasca Libur Hari Raya

Sesuai dengan kalender pendidikan Jawa Timur, diumumkan bahwa hari pertama masuk efektif setelah Libur Hari Raya Idul Fitri adalah tanggal 8 September 2011. Segenap Civitas Akademika harap masuk pada tanggal tersebut, untuk melakukan Halal Bi Halal, silaturahmi dengan lingkungan sekolah dan para pengurus.
Demikian Pengumuman ini, terima kasih.

5.27.2011

Madrasah Aliyah Program Keterampilan

Madrasah Aliyah Program Keterampilan

Dalam kesempatan wisuda angkatan XXII, Sabtu 21 Mei 2011, MA Ma'arif Balong meresmikan Program Keterampilan, yang meliputi Teknisi Komputer, Design Grafis, Tata Busana, dan Otomotif. Dalam kesempatan itu pulalah, diadakan acara penandatanganan Berita Acara oleh Ketua LP Ma'arif Ponorogo, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, dan Bupati Ponorogo. Berita Acara ini akan menjadi persyaratan untuk mengajukan pengesahan dari Kemenag Pusat.
Pembukaan Program Keterampilan ini untuk memberikan bekal kecakapan hidup (life skill) bagi semua siswa-siswi MA Ma'arif Balong sesuai bakat dan minatnya. Keterampilan tidak dapat dielakkan di zaman globalisasi yang penuh persaingan hidup ini. Yang tidak mempunyai keterampilan akan terlindas oleh zaman, sedang sekolah yang tidak mau memberikan bekal keterampilan kepada anak didiknya akan tertinggal dan segera ditinggalkan oleh segmennya.

5.16.2011

Lulus UN 100%

Pada Ujian Nasional tahun pelajaran 2010/2011 ini semua siswa MA Ma’arif Balong Ponorogo yang menjadi peserta Ujian Nasional dinyatakan lulus 100%. Selamat kepada semua siswa yang telah berusaha sekuat tenaga menghadapi UN sehingga menghasilkan hasil yang maksimal.

Berikut adalah nama-nama peserta UN MA Ma’arif Balong yang lulus UN 2010/2011, klik pada link berikut:

Daftar Siswa MA Ma’arif Balong Lulus UN 2010-2011